“Terwujudnya Tempat Tinggal yang Sehat, Layak dan Terjangkau”
GUBERNUR SUMATERA UTARA MEMBUKA ACARA MARKET SOUNDING PEMBANGUNAN RUSUNAWA TERINTEGRASI BAGI PEKERJA KEK SEI MANGKEI DAN MBR SIBASA DAN TEBING TINGGI (12-06-2020)
Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Sekretaris Daerah R. Sabrina dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Ida Mariana melaksanakan acara Market Sounding Pembangunan Rusunawa Terintegrasi Bagi Pekerja KEK Sei Mangkei melalui Video Conference bersama dengan Tim KPBU Provinsi Sumatera Utara, BUMD, Kementerian PUPR, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, BPKPM, PT. PII, PT. Sarana Multi Finance, dan calon investor Dalam dan Luar Negeri.
Market Sounding dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya beliau mengapresiasi kinerja Kadis Perkim Provsu dan seluruh jajarannya.
Selanjutnya juga disampaikan
Pembangunan Rusunawa Terintegrasi bagi pekerja KEK Sei Mangkei melalui KPBU Provsu akan dilakukan secara professional dan proposional. Perlu diketahui bersama bahwa Pembangunan Rusunawa Terintegrasi KEK Sei Mangkei merupakan Pilot Proyek bagi Provinsi Sumatera Utara dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Sasaran Pembangunan Rusunawa Terintegrasi adalah tenaga kerja KEK Sei Mangkei, MBR Sibasa dan Hiterland serta Ex Patriat KEK Sei Mangkei.
Pada acara Market Sounding ini Moderator dibawakan oleh Herry Trisaputra Zuna dari DJPI Kementerian PUPR, dan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman sebagai Key Note Speech, sedangkan Narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas Direktur Kerjasama Pemerintah dan Rancang Bangun Sri Bagus Guritno menyampaikan Dukungan Pemerintah dalam KPBU, dari Kementerian Keuangan diwakili oleh Insyafiah – Kepala Subdit Penyiapan KPBU, dan Ahmad Zaki Arifin – Vice President PT. PII sebagai Penjamin Insfrastuktur Indonesia.
Ida Mariana juga menjelaskan latar belakang masalah perlunya Pembangunan Rusunawa Terintegrasi bagi pekerja KEK Sei Mangkei karena tingginya angka backlog perumahan di Sumatera Utara serta menjawab Kebutuhan Rumah bagi pekerja/karyawan KEK Sei Mangkei jyang sangat mendesak.
MBR Hiterland SIBASA dan Tebing Tinggi perlu menjadi perhatian termasuk yang akan menyumbang kebutuhan Rumah di KEK Sei Mangkei karena berbatasan langsung, hal ini memberikan efek negative serta memberi pengaruhi yang signifikan terhadao lambannya pemngembangan wilayah yang sejalan dengan lambannya pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan Rusunawa Terintegrasi Bagi Pekerja KEK Sei Mangkei dan hinterland diprediksi akan segera bangkit dan bertumbuh seiring dengan terwujudnya pembangunan Kota Baru dengan berbagai fasilitas social maupun komersil. Selanjutnya Ida Mariana juga menjelaskan setelah Market Sounding hari ini (12/06/2020) akan dilanjutkan dengan Periode Penyampaian Pertanyaan oleh Investor, Periode Pemberian Jawaban atas pertanyaan oleh PJPK, dan Penyampaian feedback questionaire and Letter of interest melalui email. Lebih kurang 10 hari kedepan akan dilakukan Video Conference yang ke-2 bagi investor yang mengajukan LOI.
Sehingga pada video conference selanjutnya sudah diketahui investor mana yang akan berminat sehingga bisa melanjutkan ke proses berikutnya yaitu pengajuan PDF ke Kementerian Keuangan, kemudian penyusunan FBC, setelah FBC akan dilanjutkan bidding kemudian kontrak, dilanjutkan kontruksi dan diharapkan selesai ditahun 2020, dan Pembangunan dapat dimulai pada triwulan I Tahun 2021. Memang Time line yang disajikan sangat optimis dapat dilakukan, walaupun pada dasarnya dibutuhkan waktu yang cukup untuk menelaah teknis dan non teknis yang harus dilakukan. PJPK berharap untuk segera merealisasikan Pembangunannya di tahun 2021. PJPK tetap dengan semangat dan berkomitmen tinggi untuk tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya demikian juga dengan Kementerian lainnya (APBN) yang turut memberikan dukungan pembangunan seperti Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan juga ikut mendukung apa yang sudah di programkan pada Pembanunan Rusunawa Terintegrasi di KEK Sei Mangkei.
Akhir kata Gubernur Edy Rahmayadi menutup acara Market Sounding dengan pesan mari kita berkarya dan bekerja sesuai bidangnya dan lanjutkan Pembangunan Rusunawa KEK Sei Mangkei sembari mengucapkan terima kasih kepada BKPM, Bappenas, Kementerian Keuangan dan PT. PII yang sudah pro aktif mendukung baik dalam penyiapan dan untuk melanjutkan project ini dan bersedia mengawal sampai menuju titik akhir.